Terbang dengan pesawat terbang kini sudah menjadi pilihan banyak orang yang ingin bepergian, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Namun terlepas dari berbagai keuntungan pesawat naik pesawat terbang yang bisa kamu rasakan, ternyata ada resiko terkena infeksi virus maupun bakteri saat naik pesawat terbang lho!

diskon 4% up to 1jt
Diskon Tiket Pesawat 4% up to 1 juta

Hal ini karena ada begitu banyak orang dari berbagai background kesehatan yang silih berganti naik pesawat. Selain itu ada beberapa hal teknis dari pesawat itu sendiri yang membuat penyebaran kuman di dalam kabin mungkin terjadi.

Penyebab Penularan Penyakit di Pesawat

tips terbang
Dikutip dari laman Kompas, dokter Jeeve Kanagalingam yang merupakan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dari Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura, mengatakan bahwa penularan infeksi saat bepergian rentan terjadi di dalam pesawat terbang jika udara dalam pesawat tidak bersih.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan penularan penyakit di pesawat, apalagi ketika kamu terbang dalam kondisi tubuh yang tidak begitu fit. Kemungkinan terpapar virus maupun bakteri semakin besar. Berikut ini penyebab penularan penyakit di pesawat yang Pergi.com kutip dari berbagai sumber di internet.

  • Sirkulasi udara yang tidak baik di dalam pesawat bisa meningkatkan resiko penyebaran penyakit. Meski pesawat telah dilengkapi dengan filter udara yang berfungsi untuk menangkap dan membersihkan partikel bakteri dan virus yang ada, namun pesawat tak 24 jam terus beroperasi dan saat mesin pesawat dimatikan, otomatis alat penyaring udara juga akan berhenti bekerja yang artinya virus, kuman maupun bakteri yang ada di dalam pesawat tetap leluasa berkembangbiak.
  • Penumpang yang duduk di barisan yang sama memiliki resiko tinggi menularkan penyakit kepada penumpang lainnya, terutama penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Menurut Kathryn H. Jacobsen Ph.D yang merupakan ahli epidemiologi dari George Mason University, ketika kamu duduk bersebelahan dengan orang yang memiliki penyakit infeksi pernapasan, maka hampir dapat dipastikan kamu pun akan terinfeksi penyakit yang sama.
  • Toilet pesawat merupakan salah satu tempat di pesawat yang menjadi tempat berkumpulnya kuman. Hal ini karena toilet di pesawat digunakan oleh banyak orang setiap hari sehingga ada banyak kuman dan bakteri yang terdapat di dalamnya, seperti Salmonella dan Escheria coli.
  • Meja dan pegangan kursi pesawat juga jadi tempat yang rawan jadi lokasi berkembangbiaknya bakteri dan kuman. Menurut Travelmath.com, potensi berkumpulnya bakteri seperti Salmonella di meja pesawat mencapai 2155 CFU/in2.
  • Berdasarkan penelitian The Journal of Environmental Health Research, kelembaban udara dalam kabin yang rendah membuat sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terinfeksi kuman maupun virus. Penelitian ini juga menyebutkan kemungkinan tertular penyakit flu di pesawat 100 kali lipat lebih besar dibandingkan di darat.
  • Pada sebuah penerbangan jarak jauh pada 2009, peneliti menemukan adanya penularan penyakit flu burung. Dan sekitar 2 persen dari penumpang tertular penyakit flu burung, yang berasal dari seorang penumpang pesawat Dan lebih parahnya lagi, seminggu kemudian 5 persen penumpang juga terserang flu burung.
  • Hasil studi terbaru dari tim peneliti Arizona State University, Amerika Serikat yang dipublikasikan dalam Physical Review yang berfokus pada penyebaran penyakit Ebola yang sempat sebabkan chaos beberapa tahun lalu menyebutkan metode boarding pesawat bisa mempengaruhi jumlah infeksi karena saat penumpang berdiri di lorong menunggu sampai tempat duduk mereka ini berarti lebih banyak waktu bagi penumpang yang sakit untuk menulari penumpang lainnya.

Tips Tetap Sehat Selama Terbang

tips terbang
Meski demikian, naik pesawat bukanlah sesuatu yang menakutkan karena ada banyak cara untuk menjaga tubuh tetap sehat dan aman dari infeksi penyakit selama terbang. Berikut ini ada tips tetap sehat selama terbang yang bisa kamu lakukan di penerbangan kamu selanjutnya.

1. Bawa Hand Sanitizer

Untuk mencegah kontaminasi bakteri dan virus serta menjaga kebersihan tangan, bawalah hand sanitizer di setiap penerbangan kamu. Pakailah hand sanitizer setiap kali selesai menyentuh benda di dalam kabin, seperti pegangan kursi, meja lipat dan sabuk pengaman serta setelah selesai menggunakan toilet. Tapi jangan lupa untuk membawa hand sanitizer berukuran kurang atau sama dengan 100 ml agar bisa dibawa ke dalam kabin ya!

2. Pakai Masker

Untuk meminimalisasi kemungkinan tertular penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, pakailah masker selama penerbangan. Selain itu penggunaan masker di dalam pesawat juga untuk menjaga diri kamu dari udara yang mungkin mengandung kotoran maupun virus.

3. Minimalisir Kontak

Selain meminimalisir kontak dengan benda-benda yang ada di dalam kabin, kamu juga harus membatasi diri untuk tidak menyentuh bagian tubuh yang rentan terkena infeksi virus dan kuman penyakit seperti mata, mulut dan juga hidung.

4. Lap Meja Lipat

Meja yang menempel di kursi pesawat jadi salah satu benda yang banyak digunakan penumpang pesawat sehingga memiliki kontaminasi bakteri dan kuman yang tinggi. Jika kamu ingin menggunakan meja lipat untuk makan atau berbagai keperluan lainnya, jangan lupa untuk mengelap meja tersebut dengan tissue basah anti bakteri atau tissue yang sudah diberi hand sanitizer.

5. Konsumsi Air yang Cukup

Untuk menjaga tubuh dari kemungkinan terpapar bakteri dan virus selama terbang, tubuh harus dalam kondisi fit dan tidak kekurangan cairan tubuh. Hal ini karena AC dalam pesawat bisa membuat tubuh cepat dehidrasi sehingga disarankan untuk mengonsumsi air putih yang cukup. Hindari mengonsumsi minuman bersoda maupun beralkohol dalam penerbangan karena akan membuat kamu lebih cepat dehidrasi dibanding konsumsi air putih.

cicilan pergi.com
Cicilan 3/6/12 bulan