Jika kamu pernah naik pesawat, pasti pernah mendengar pengumuman jika tanda pasang sabuk pengaman sudah dimatikan. Ini artinya pesawat sudah berada di ketinggian stabil sehingga penumpang dimungkinkan untuk bergerak di dalam kabin, misalnya ingin ke toilet.

Saat tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, biasanya akan mulai terdengar suara klik disana sini yang mengindikasikan banyak penumpang yang melepaskan sabuk pengaman meski tidak ingin ke toilet. Hal ini tentu menjadi hak penumpang, namun jika kamu tidak merasa ingin ke toilet, ada baiknya memakai sabuk pengaman sepanjang penerbangan untuk alasan keselamatan dan juga kenyamanan penerbangan karena turbulensi pesawat bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi pada pesawat Boeing 777 milik maskapai Aeroflot dari Rusia yang mengalami turbulensi parah saat berada di udara. Turbulensi terjadi ketika pesawat tersebut berada di udara wilayah Myanmar. Akibat guncangan hebat di dalam kabin ini, dilaporkan ada 30 penumpang yang terluka. Salah satu penumpang mengupload video kondisi kabin pesawat tujuan Bangkok yang berantakan setelah turbulensi. Video yang diunggah pengguna Instagram krlrgstk menunjukkan beberapa penumpang berada di lorong kabin. Ada juga bercak darah terlihat di overhead bin pesawat tersebut.

A post shared by Rostik Rusev (@krlrgstk) on

Dalam captionnya krlrgstk menulis “Dalam perjalanan menuju Bangkok, tiba-tiba saja pesawat terkena turbulensi yang hebat hingga orang-orang terlempar kesana kemari. Darah dimana-mana, orang-orang ada yang patah tulang, hidung serta ada bayi dengan cedera di kepala. Kru kabin Aeroflot sudah melakukan yang terbaik untuk membantu penumpang yang terluka. pilot juga sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan kami semua dari turbulensi hebat tersebut. Kami baik-baik saja!”

Baca Juga:  7 Manfaat Paket Data Internet Saat Traveling

Maskapai Aeroflot dengan nomor penerbangan SU270 rute Moskow – Bangkok tersebut membawa 318 penumpang dan 14 kru pesawat pada penerbangan tanggal 2 Mei 2017 lalu. Penumpang yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit begitu mendarat di Bandara Bangkok. Kemungkinan terbesar yang menyebabkan penumpang mengalami luka serius saat turbulensi adalah tidak mengenakan sabuk pengaman selama berada di pesawat.

Hal ini tentu menjadi pengingat bagi kamu semua untuk selalu mengenakan dan juga mengencangkan sabuk pengaman selama berada di pesawat. Jika ingin ke toilet, lakukan dengan cepat lalu pakai kembali sabuk pengaman ketika kembali ke tempat duduk. Meski demikian, sebenarnya turbulensi adalah hal biasa yang dihadapi selama penerbangan. Pergi.com sudah pernah membahas tips menghadapi turbulensi yang bisa jadi info tambahan ketika kamu akan terbang. Namun jangan sampai hal ini membuat kamu takut naik pesawat terbang ya!

cicilan 0%
Liburan Kemana Saja Bisa Dicicil