Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali saat ini berada di status awas (level IV). Status ini ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologis (PVMBG) pada Jumat (22/9/2017) pukul 20.30 WITA.

Promo Pergi.com
Diskon spesial untuk Sriwijaya Grup
Meski Gunung Agung berstatus awas, namun pariwisata di Bali masih berjalan normal seperti biasa. Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, peningkatan aktivitas Gunung Agung belum sampai berdampak bagi keinginan wisatawan untuk liburan ke Bali.

Baca Juga :

“Sampai sekarang tidak ada pembatalan rencana wisatawan untuk berlibur ke Bali,” ujar Arief Yahya saat Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan Ke-III di Jakarta, Selasa (26/9/2017) lalu.

Meski demikian, kegiatan wisata tetap dibatasi dalam radius aman dari Gunung Agung, yaitu dalam radius 9-12 km dari puncak Gunung Agung. Wisatawan juga dihimbau untuk tidak mudah percaya dengan berita simpang siur mengenai kondisi Gunung Agung.

Antisipasi Transportasi Jika Gunung Agung Erupsi


Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan rencana antisipasi untuk wisatawan jika Gunung Agung mengalami erupsi. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 10 bandara untuk mengantisipasi jika Gunung Agung Erupsi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah menghadiri acara Asia Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM) di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, pada Selasa (26/9/2017) lalu.

“Ada sepuluh bandara yang kita siapkan untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung yaitu di Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang, Banyuwangi. Kesepuluh bandara tersebut sebagai bandara alternatif bagi pesawat yang melayani rute penerbangan ke Bandara Ngurah Rai yang ditutup apabila terdampak debu vulkanik Gunung Agung,” ujar Budi Karya seperti dikutip dari laman Kompas Travel.

Baca Juga:  Gotta Catch `Em All! Pokemon Serbu Bandara Changi Singapura!
diskon-pergi-liburan
Double hemat diskon s/d 250ribu

Kesepuluh bandara ini merupakan aternatif bandara pendaratan (divert) untuk pesawat yang tengah terbang menuju Bali. Menurut Menhub, diperkirakan akan ada 5000 penumpang angkutan udara yang akan terdampak jika Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup saat Gunung Agung erupsi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, terdapat dua rencana yang akan dijalankan oleh Kemenhub. Yang pertama adalah memindahkan penumpang ke rute Banyuwangi dan Praya, sedangkan untuk rencana kedua yaitu memindahkan penumpang ke Banyuwangi dan Surabaya via jalur darat. Kemenhub telah menyiagakan 100 bus untuk mengangkut wisatawan keluar Bali dan melanjutkan penerbangan dari Banyuwangi, Surabaya maupun Praya.

Meski demikian, Budi Karya berdoa semoga apabila Gunung Agung meletus tidak sampai membawa dampak yang parah untuk jalur penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai dan juga perekonomian di Bali secara keseluruhan.

Bali Tetap Ramai Wisatawan


Meski Gunung Agung kini berstatus awas, namun aktivitas pariwisata di Bali terpantau tetap berjalan dengan terlihat banyaknya wisatawan yang masih memenuhi berbagai destinasi wisata di Bali. Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia Wilayah Bali, I Ketut Ardana mengatakan jika awalnya status Gunung Agung memang sempat membuat panik wisatawan asing, namun hal itu tidak sampai mengurungkan niat mereka menikmati indahnya Bali.

Hanya destinasi wisata di sekitar daerah Karangasem, Bali yang berdampak dengan peningkatan status Gunung Agung seperti :

  • Pura Besakih
  • Pendakian ke Gunung Agung
  • Pantai Tulamben
  • Taman Ujung Sukasada
  • Pura Lempuyang
  • Taman Tirta Gangga
  • Pantai Candidasa
  • Padangbai
  • Pantai Bias Tugel
  • Blue Lagoon Beach
  • dan sebagainya

Ada tempat wisata yang ditutup untuk publik dikarenakan berada di radius berbahaya, tapi ada juga yang masih bisa dikunjungi. Selain itu masih ada banyak sekali destinasi wisata Bali yang menarik lainnya yang jauh dari radius bahaya letusan Gunung Agung yang bisa dinikmati wisatawan. Mulai dari daerah Denpasar, Kuta, Ubud, Nusa Penida, Seminyak, Nusa Dua dan sebagainya. Jadi wisatawan tidak akan kehabisan opsi pilihan tempat wisata yang bisa dikunjungi di Bali.

So, bagi kamu yang akan liburan ke Bali dalam waktu dekat jangan terlalu khawatir karena meski Gunung Agung dalam status awas, namun penerbangan ke Bali belum ada mengalami gangguan, baik itu delay hingga pembatalan dari pihak maskapai.

Pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai rencana jika Gunung Agung sampai meletus agar wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali tidak terdampak parah. Pergi yuk!

Tiket Pesawat ke Bali

cicilan 0%
Liburan Kemana Saja Bisa Dicicil
Baca Juga:  3 Jenis Fobia Terbang Ini Buat Kamu Susah Liburan!