Setelah mangkrak 7 tahun, pembangunan Bandara Kulon Progo di Yogyakarta akhirnya resmi dimulai. Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menghadiri acara Babad Alas Nawung Kridha pada hari ini Jumat (27/1/2017) yang diadakan di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo. Proses Babat Alas Nawung Krida bukan proses groundbreaking, melainkan membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Hari ini bukan groundbreaking, namanya babad alas nawung Kridha. Dari sabda leluhur di Yogyakarta, sudah melihat di Kulon Progo akan ada airport besar,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Detik Travel.

Saat membacakan kata sambutan dalam prosesi ini, Presiden Jokowi membacakan sabda leluhur yang telah sejak lama meramalkan kehadiran bandara internasional di Kulon Progo.

presiden-jokowi-bandara-kulon-progo
Sumber: https://www.merdeka.com/uang/jokowi-targetkan-bandara-kulon-progo-beroperasi-pertengahan-2019.html

“Sabda leluhur, Sesuk ning tlatah Temon kene bakal ono wong dodolan cam cau ning awang-awang. Tlatah Temon kene bakal dadi susuhe kinjeng wesi Tlatah saka lor Gunung Lanang lan Kidul Gunung Jeruk bakal dadi kutho, Glgah bakal dadi mercusuaring bawono.” kata Jokowi.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sabda tersebut berarti bahwa kelak di Temon akan muncul penjual camcau (cincau) yang berjualan di angkasa. Kelak, Temon akan menjadi sarang capung besi atau pesawat. Tempat antara utara Gunung Lanang dan selatan Gunung Jeruk akan menjadi kota. Glagah bakal menjadi mercusuar dunia.

“Apa yang kita lakukan sekarang ini, babat alas, memang keputusan yang harus segera dilakukan. Kalau kita lihat, bandara Adi Sucipto sudah crowded, mau tidak mau harus segera dimulai (pembangunan bandara baru),” kata Jokowi, seperti dikutip dari laman Tribun Jogja.

Dalam melakukan prosesi ini, Presiden Jokowi, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Setelah meletakkan batu merah pertama dan menimbunnya dengan tanah, Presiden Jokowi lalu menyiramnya dengan air dari 7 mata air dari desa-desa yang ada di Kulon Progo.

bandara-kulonprogo-jogja
Sumber: http://beritatrans.com/2016/07/29/tinggal-40-kk-yang-menolak-pembangunan-bandara-kulon-progo-diy/

Menteri Perhubungan telah menetapkan lokasi bandara Yogyakarta baru ini dengan surat keputusan nomor : KP.1164/tahun 2013 tanggal 11 November 2013 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang dipilih adalah di wilayah pesisir Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo. Lokasi ini dipilih karena dinilai paling memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan operasional dengan koordinat landasan pacu.

Bandara baru ini juga dibangun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan wisata di wilayah Yogyakarta sekaligus meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. Bandara Adi Sucipto dianggap sudah tidak memadai.Bandara ini memiliki kapasitas 1.2 juta penumpang per tahun namun harus melayani hingga 7,2 juta penumpang per tahunnya.

Nantinya, bandara baru ini akan memiliki kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun pada tahap I pengembangannya dan mencapai 20 juta penumpang pada tahap II pembangunannya. Pembangunan tahap I bandara ini ditargetkan rampung pada 2019.