Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-258 rute Jakarta – Yogyakarta tergelincir di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada Rabu (1/2/2017) pada pukul 19.50 WIB. Dari pihak Garuda Indonesia mengatakan kecelakaan tersebut dikarenakan landas pacu bandara yang licin akibat hujan deras.

“Sehubungan dengan penerbangan Garuda Indonesia GA-258 rute Jakarta-Yogyakarta mengalami slip saat mendarat sehingga keluar dari landasan, akibat hujan deras, yang membuat landasan menjadi licin,” kata VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia Benny S Butarbutar, seperti dikutip dari laman detikcom (1/2/2017).

garuda-indonesia-tergelincir
Sumber: http://jateng.tribunnews.com/2017/02/01/breaking-news-pesawat-garuda-tergelincir-di-bandara-adi-sucipto

Di dalam pesawat tersebut terdapat 123 orang penumpang yang terdiri dari 114 orang penumpang dewasa dan empat bayi kelas ekonomi dan lima penumpang dewasa kelas bisnis. Semua penumpang dalam keadaan selamat. Lima awak kabin dan dua awak kokpit juga dalam keadaan selamat.

Penerbangan GA-258 tersebut menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800NG dengan nomor registrasi PK-GNK lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.20 WIB dan mendarat di Yogyakarta pada pukul 19.42 WIB.

Saat waktu mendarat, cuaca di Bandara Adisutjipto sedang buruk karena hujan deras. Landas pacu pun licin sehingga pesawat tergelincir saat mendarat. Proses evakuasi pesawat Garuda Indonesia masih terus dilakukan. Dan karenanya Bandara Adisutjipto ditutup sementara hingga proses evakuasi pesawat selesai dilakukan. Penutupan sementara Bandara Adisutjipto ini mengakibatkan penumpukan penumpang di bandara. Pihak Angkasa Pura I memperkirakan bandara ini baru bisa beroperasi sekitar pukul 13.00 WIB.

garuda-indonesia-tergelincir-1
Sumber: http://jateng.tribunnews.com/2017/02/01/pesawat-garuda-tergelincir-di-yogya-begini-keterangan-danlanud-adi-sucipto

“Saat ini kami akan melakukan koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi lebih lanjut terkait insiden ini, serta menyiapkan peralatan salvage dan tim dari Surabaya untuk membantu proses evakuasi badan pesawat. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan selama proses evakuasi dan ditutupnya bandara Adisutjipto ini untuk sementara,” ujar Israwadi, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi, seperti dikutip dari laman detikcom.

Pihak Garuda Indonesia juga mendatangkan peralatan khusus untuk mempercepat proses evakuasi badan pesawat garuda Indonesia yang masih berada di landasan pacu. Peralatan tersebut adalah air balloon (balon udara) yang akan digunakan untuk mengangkat badan pesawat agar proses evakuasi lebih cepat. Setelah badan pesawat terangkat, nantinya di bagian roda akan diberi baja untuk percepat proses evakuasi pesawat agar Bandara Adisutjipto bisa segera beroperasi kembali.