Melihat perkembangan pariwisata di Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan dari segi jumlah kunjungan di setiap tahunnya, Menko Maritim Luhut Panjaitan optimis pariwisata bisa menjadi salah satu pilar utama pendapatan negara pada tahun 2018 nanti.

“2018 target kita dari tourism, nomor dua perikanan, energi nomor tiga,” kata Luhut seperti dikutip dari detik.com, Senin (14/11/2016).

cicilan 0%
Bayar berkala dengan cicilan 0%

Pariwisata di Indonesia memang banyak memikat turis dari dalam dan luar negeri. Memiliki banyak destinasi wisata menarik di hampir semua daerah, Indonesia tentu menjadi surga liburan bagi siapa saja.

Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menambah jumlah wisatawan ke Indonesia, baru-baru ini Menteri Pariwisata Arief Yahya menandatangani MoU dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Iswaran. MoU ini secara garis besar akan memudahkan kunjungan wisata kapal pesiar dari dan ke Indonesia dan Singapura serta mempererat kerjasama di bidang MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exhibitions).

Baca Juga :

Menpar juga ingin menjadikan Singapura sebagai hub pariwisata Indonesia dengan menjaring sebanyak mungkin turis yang berkunjung ke Singapura untuk mampir ke Indonesia yang hanya sekitar 2 jam jika naik pesawat.

Kerjasama ini dipandang penting untuk mengembangkan pariwisata di kedua Negara karena jumlah kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia mencapai angka 1.5 juta wisatawan, sedangkan kunjungan wisatawan asal Indonesia ke Singapura mencapai 2.7 juta orang pada 2015.

Angka kunjungan wisatawan yang besar ini menjadi salah satu modal pemerintah menjadikan pariwisata sebagai salah satu pos pendapatan penting untuk negara.

Untuk itu, pemerintah akan membangun banyak infrastruktur pendukung di berbagai destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan turis, misalnya membangun hotel, restoran, pusat cenderamata khas daerah dan lainnya. Secara tak langsung hal ini juga akan mendorong ekonomi masyarakat di sekitar daerah wisata dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru.