Kemarin malam (13/6/17) ramai diberitakan media online mengenai insiden yang dialami maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH725 dengan rute Kuala Lumpur – Jakarta. Pesawat yang mendarat sekitar pukul 20.04 WIB tersebut mengalami hard landing atau pendaratan keras di Bandara Internasional Soekarno-Hatta disebabkan oleh cuaca buruk di sekitar bandara. Akibatnya, salah satu ban pesawat ini pecah. Sebelumnya, dikarenakan cuaca ekstrem yang berlangsung lebih dari 3 jam di sekitar bandara membuat pesawat MH725 harus holding di langit Tangerang selama 3 jam sebelum akhirnya mendarat, tergelincir dan pecah ban.

ban-mh725
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3529882/mh725-sempat-berputar-di-langit-tangerang-sebelum-hard-landing

Akibat kejadian ini, runway utara Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup selama dua jam menyusul diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM). Karena cuaca buruk dan juga air di lintasan runway, pesawat terpaksa harus hard landing namun tidak sampai tergelincir jauh dari area runway. Meski demikian, semua awak pesawat dan 61 penumpang dikabarkan selamat dan tidak mengalami cedera serius.

Mengenai Istilah Hard Landing

hard-landing
Sumber:https://www.quora.com/Whats-the-difference-between-Hard-Landing-and-Heavy-Landing

Insiden hard landing ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia maupun dunia. Dikutip dari laman Wikipedia, istilah hard landing dalam dunia penerbangan diartikan sebagai cara mendaratkan pesawat yang sedikit dihentakkan ke landasan dengan tujuan agar tread ban pesawat bisa mencengkram landasan. Prosedur ini merupakan hal standar dalam dunia penerbangan yang bertujuan untuk mencegah pesawat terpleset / aquaplaning saat landasan basah karena hujan. Saat proses hard landing, tercipta G-force yang berlebihan dan ditransmisi ke bagian – bagian pesawat terbang yang bisa menimbulkan kerusakan komponen pesawat.

Insiden Hard Landing di Dunia

landing
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=sBaMfGTqo1s

Meski hard landing merupakan sesuatu yang standar dalam dunia penerbangan, namun ada banyak faktor yang bisa membuat cara mendaratkan pesawat ini membahayakan keselamatan penumpang dan juga awak kabin. Untungnya dari insiden kemarin malam tidak ada penumpang maupun awak yang terluka, namun di beberapa insiden sebelumnya ada yang sampai menyebabkan cedera serius hingga korban jiwa. Berikut ini Pergi.com Blog rangkum berbagai insiden hard landing yang terjadi di Indonesia maupun di banyak negara lainnya.

  • 10 Juni 2013 pesawat Merpati Nusantara Airlines dengan nomor penerbangan 6517 rute Bajawa – Kupang mengalami hard landing saat mendarat di Bandara El Tari Kupang. Insiden ini tidak sampai menelan korban jiwa, namun diberitakan 20 orang mengalami luka ringan.
  • 1 Februari 2014 pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-361 rute Balikpapan –Surabaya yang membawa 215 penumpang dan awak pesawat mengalami hard landing yang mengakibatkan pecahnya ban pesawat. Tidak ada korban jiwa, namun 2 penumpang mengalami cedera serius dan 3 penumpang lainnya mengalami cedera ringan..
  • 9 Maret 2015 pesawat Air Canada yang terbang dari Toronto ke Halifax mengalami hard landing dan tergelincir di runway. Tidak ada korban jiwa dari 133 penumpang dan 5 awak pesawat, namun 23 orang mengalami cedera dan masuk rumah sakit.
  • 25 April 2015 pesawat Turkish Airlines di Bandara Ataturk yang mengakibatkan salah satu mesin pesawat terbakar dan mulai terbakar setelah pesawat berhasil mendarat dikarenakan adanya kebocoran bahan bakar. Penumpang dievakuasi melalui pintu emergency yang ada di sisi kiri pesawat dan tidak ada laporan korban jiwa.
  • 23 Mei 2015 pesawat United Airlines dengan rute Portland ke Chicago mengalami hard landing yang mengakibatkan cidera serius pada penumpang.
  • 12 Juli 2016 pesawat Air Canada Express dengan nomor penerbangan AC7212 dengan 15 penumpang di dalamnya mengalami hard landing. Tidak ada korban maupun cedera yang dilaporkan, sementara itu pesawat berukuran kecil tersebut mengalami kerusakan dibagian nose.
  • 13 September 2016 pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL-7321 rute Jayapura – Wamena yang membawa 3 awak pesawat dan 15,3 ton kargo mengalami hard landing yang mengakibatkan pesawat mengalami kerusakan serius di bagian roda dan ban. Tidak ada korban jiwa atas insiden ini.

Meski insiden hard landing terdengar menakutkan, namun awak pesawat sudah terlatih dalam menerbangkan dan mendaratkan pesawat di segala kondisi. Selain itu, dengan adanya petugas ATC yang mengawasi semua pesawat yang take off maupun landing sehingga proses landing menjadi lebih aman dan juga nyaman. Jangan karena hal ini kamu takut naik pesawat ya! Pergi yuk!