Bagi para orang tua, membawa anak-anak untuk traveling selalu menjadi impian. Masalahnya, jika si kecil adalah mesin energi bernama ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), maka jalan-jalan bisa membuat orang tua kewalahan. Dalam keadaan seperti ini, kebanyakan orang tua mungkin akan berfikir untuk membawa baby sitter atau pendamping. Namun, tidak ada salahnya untuk menjadikan saat liburan ini sebagai waktu untuk membentuk kedekatan bersama keluarga. Jadi, jangan khawatir untuk lebih mengenal dan mendampingi mereka secara langsung. Pergi.com menemukan tips jitu untuk liburan seru dengan anak-anak yang memiliki ADHD.

Buatlah Jadwal Bersama

Menulis Jadwal

Sebagaimana yang biasa dilakukan saat di rumah. Anak-anak dengan ADHD memang lebih nyaman jika mereka tahu apa yang akan mereka lakukan. Namun, karena dalam rangka liburan, ajak mereka untuk membuat jadwal. Proses ini juga akan membantu membangun self esteem mereka, karena merasa terlibat. Usahakanlah untuk konsisten dengan rencana yang dibuat, oleh karenanya rencanakan pula kemungkinan-kemungkinan kegiatan lain yang bisa dilakukan jika rencana yang dibuat tidak berjalan dengan baik. Dengan demikian, mereka akan paham jika nantinya terjadi perubahan rencana.

Pengalihan Perhatian Saat Di Dalam Perjalanan

Mengatasi Bosan Dalam Perjalanan

Ketika di atas kendaraan, seperti pesawat, anak dengan ADHD akan merasa bersemangat pada menit-menit pertama, kemudian bosan di sepanjang perjalanan. Selain bosan, stimulan yang beragam di dalam perjalanan juga bisa membuat mereka kelelahan dan cemas. Dalam beberapa kasus, kecemasan bisa membuat mereka marah atau rewel. Karena itu, bawalah mainan atau buku kesayangannya untuk mengalihkan perhatian selama di perjalanan.

Mereka Membutuhkan Banyak Aktifitas Fisik

anak-anak surfing

Aktifitas fisik saat berlibur bukan hanya untuk “menghabiskan energi”, lebih dari itu juga untuk melatih sensor motorik mereka. Sebagaimana diketahui, seringkali untuk berjalan lurus saja mereka mengalami kesulitan karena tidak mampu fokus dengan benar. Salah satu permainan yang bisa dicoba adalah permainan yang membutuhkan keseimbangan. Rencanakan beberapa kegiatan, mengingat mereka mudah bosan. Jangan lupa untuk menjaga energi Anda juga ya, karena anak-anak dengan ADHD memiliki energi yang luar biasa.

Be Flexible 

Downtime

Mengingat ADHD menjadikan si kecil mudah teralihkan dan spontan, maka ada kemungkinan durasi kegiatan saat liburan menjadi lebih lama. Contoh, jika tiba-tiba mereka kelelahan (downtime) atau membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak, maka jangan dipaksakan. Biarkan mereka diam sejenak untuk menenangkan kembali pikirannya. Jika mereka tidak bisa diatur dan perhatiannya teralih ke banyak hal sekaligus, maka ajaklah mereka untuk diam sejenak sampai tenang kembali.

Kegiatan saat berlibur juga dapat melatih kemampuan motorik dan afektif mereka.

Berlibur sekeluarga tidak hanya menciptakan momen indah bagi anak-anak. Kegiatan saat berlibur juga dapat melatih kemampuan motorik dan afektif mereka. Jadi, jangan ragu lagi untuk ajak si mesin energi jalan-jalan.
Liburan keluarga tentunya akan lebih menyenangkan dengan promo menarik dari Pergi.com.