Tak hanya terkenal akan kulinernya yang enak-enak, Kota Medan juga menyimpan banyak destinasi wisata menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah wisata sejarah. Tak perlu jauh-jauh dari pusat kota, karena di pusat Kota Medan ada banyak sekali bangunan sejarah yang menjadi destinasi wisata favorit. Jika kamu akan berkunjung ke Medan dalam waktu dekat, berikut ini ada referensi 7 destinasi wisata sejarah di pusat kota Medan yang bisa kamu kunjungi.

1. Istana Maimun

Istana Maimun bisa dikatakan sebagai salah satu landmark populer Kota Medan yang ramai didatangi wisatawan. Istana Maimun merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintahan Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1888 dengan arsitektur bergaya Melayu, Islam, India, Italia dan Spanyol. Istana yang didominasi warna kuning khas Melayu ini berdiri megah di tengah Kota Medan, tepatnya di Jalan Brigjend Katamso ini selalu ramai dikunjungi warga sekitar maupun wisatawan. Disini kamu bisa melihat-lihat benda peninggalan Kesultanan Deli, Meriam Puntung hingga berfoto menggunakan baju adat melayu. Dikenakan biaya Rp 15.000 – Rp 30.000 untuk menyewa pakaian adat melayu dan berfoto di dalam istana. Untuk masuk ke dalam istana ini kamu dipungut biaya Rp 5.000 per orang.

2. Masjid Raya Al-Mashun

Tak jauh dari Istana Maimun, kamu bisa menemukan Masjid Raya Al-Mashun yang lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Medan. Masjid ini juga merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1906 dan dibuka pertama kali pada tahun 1909. Masjid ini dibangun sangat megah, lengkap dengan arsitektur bergaya khas campuran Timur Tengah, Spanyol dan India. Terdapat juga Al-Quran berukuran besar dan berumur ratusan tahun di dalam masjid yang bisa dilihat oleh pengunjung. Masjid ini berada di Jalan Sisingamangaraja, mudah dijangkau dari segala penjuru Kota Medan dan lokasinya sangat dekat dengan Istana Maimun.

3. Rumah Tjong A Fie

Bergeser sedikit dari Istana Maimun, tepatnya di Jalan Ahmad Yani terdapat satu bangunan penuh sejarah yang menarik sekali untuk dikunjungi; Rumah Tjong A Fie. Rumah ini memiliki arsitektur yang unik campuran antara gaya Cina, Melayu dan Eropa. Disini kamu bisa melihat budaya Melayu – Tionghoa serta riwayat Kota Medan. Sebagai info, Tjong A Fie adalah seorang saudagar kaya asal Cina yang merantau ke Medan. Dia adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dan dihormati pemerintah kolonial Belanda dan juga Sultan Deli. Rumah Tjong A Fie ini berada di kawasan Kesawan, dimana kamu masih bisa menemukan banyak bangunan bergaya kolonial Belanda yang masih berdiri, meski banyak diantaranya yang sudah tidak terawat. Untuk masuk ke dalam Rumah Tjong A Fie, kamu hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 35.000 per orang.

Tak perlu jauh – jauh, di pusat Kota Medan pun terdapat banyak bangunan bersejarah yang bisa kamu kunjungi saat liburan ke Medan!

4. Gedung London Sumatera

Tak berapa jauh dari Rumah Tjong A Fie dan masih di Jalan Ahmad Yani, kamu bisa menemukan sebuah bangunan putih mencolok bergaya arsitektur Eropa klasik yang dikenal dengan nama Gedung London Sumatera. Gedung ini berdiri sejak tanggal 1906 dan dibangun oleh perusahaan Inggris H & C (Harrisons & Crosfield Company). Dulunya gedung ini berfungsi sebagai kantor dagang dan perkebunan. Gedung berlantai 5 ini kemudian dijual kepada pemerintah Belanda dan berganti nama menjadi Juliana Building. Kini, bangunan yang sering disebut Gedung Lonsum ini berubah lamanya menjadi PT PP London Sumatera. Tak hanya megah dan terawat, gedung ini merupakan gedung pertama di Medan yang kala itu sudah mengoperasikan lift. Hingga kini, lift bergaya klasik tersebut masih berfungsi dengan baik dan menjadi salah satu daya tarik bangunan tua bersejarah ini.

5. Gedung Balai Kota Lama

Gedung bergaya Eropa klasik ini bisa kamu temui tepat di jantung Kota Medan. Berada di Jalan Balai Kota, Medan yang tak jauh dari Gedung Lonsum, gedung Balai Kota Lama berdiri kokoh dan terlihat masih terawat. Meski di belakangnya terdapat bangunan hotel, namun pesona Balai Kota yang berarsitektur Eropa ini masih menarik perhatian wisatawan. Dulunya, Walikota Medan berkantor disini, namun sejak tahun 1990 Walikota Medan berkantor di Jalan Kapten Maulana Lubis yang posisinya berada di belakang gedung Balai Kota lama. Untuk masuk ke gedung Balai Kota lama ini gratis alias tidak dipungut biaya dan kamu bisa melihat sejarah Kota Medan di dalamnya sembari berfoto-foto dengan latar belakang gedung bersejarah ini.

6. Kantor Pos Medan

Bergeser sedikit dari gedung Balai Kota lama, ada bangunan kuno yang juga sarat sejarah, yaitu Kantor Pos Medan. Bangunan yang didirikan pada tahun 1909 ini memiliki arsitektur yang unik khas jaman kolonial yang masih terawat dan berfungsi hingga saat ini. Bangunan tua ini terletak di Jalan Bukit Barisan yang notabene berada dekat dari Balai Kota Lama. Disini kamu bisa masuk selama jam operasi kantor pos dan melihat arsitektur unik atau bisa juga sekedar melihat-lihat kios-kios penjaja batu m\ulia yang banyak di sekitar gedung ini.

7. Lapangan Merdeka Medan

Lapangan Merdeka Medan merupakan salah satu situs bersejarah di Kota Medan yang menjadi saksi kemerdekaan Indonesia. Lokasinya sangat strategis, yaitu berada di tengah Kota Medan, tepatnya di depan Gedung Balai Kota Lama dan Kantor Pos Medan. Lapangan Merdeka kini menjelma menjadi salah satu pusat aktivitas populer di kota Medan. Biasanya disini diadakan banyak event, ada juga banyak peralatan olahraga gratis untuk masyarakat, dinding panjat tebing dan arena bermain untuk anak. Ada juga pusat jajanan Kota Medan bernama Merdeka Walk yang semakin menambah kemeriahan di area Lapangan Merdeka.

Jadi tidak sabar ya ingin liburan ke Kota Medan? Tenang saja, beli tiket pesawat ke Medan Anda di Pergi.com sekarang! Mulai dari Rp 636.800 sekali jalan dari Jakarta, Anda sudah bisa mengunjungi banyak destinasi wisata sejarah di Medan. Ada juga banyak kode promo yang bisa kamu gunakan untuk membuat liburan lebih hemat. Tunggu apa lagi? Buruan cek Pergi.com sekarang juga! Pergi yuk!