Berbicara soal destinasi wisata di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Negeri kita memang memiliki banyak kekayaan alam yang menjadi salah satu kebanggaan di mata dunia.

Baca Juga :

Selain tempat wisata mainstream yang sering kamu dengar, Indonesia juga punya lho destinasi wisata unik yang terkesan tidak mungkin ada tetapi nyatanya memang ada dan banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan banyak wisatawan luar negeri yang berkunjung lho.

Penasaran? Berikut ini ada 5 wisata unik di Indonesia yang bisa jadi list tujuan wisata kamu berikutnya.

1. Surfing di Sungai

A post shared by EksposeRiau (@eksposeriau) on


Surfing atau berselancar identik dilakukan di pantai yang memiliki ombak lumayan besar. Ada banyak lokasi surfing keren dan populer di Indonesia, misalnya Pantai G-Land di Banyuwangi. Namun tahukah kamu kalau di Indonesia surfing juga bisa dilakukan di sungai?

Sungai-sungai di Indonesia umumnya memiliki arus yang tidak begitu besar sehingga mustahil bisa menciptakan ombak yang bisa dipakai untuk surfing. Namun tidak dengan Sungai Kampar yang ada di Provinsi Riau.

Sungai Kampar merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Riau. Sungai ini memiliki dua cabang besar yang dikenal dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Aliran kedua sungai ini bertemu di muara yang terletak di Langgar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

diskon-pergi-liburan
Double hemat diskon s/d 250ribu

Bukan hanya aliran sungai Kampar yang bermuara disini, tetapi juga dari banyak sungai kecil lainnya sehingga menciptakan gelombang pasang yang tinggi saat air sungai bertemu air laut di bagian muara. Fenomena gelombang pasang ini dikenal dengan nama Bono. Gelombang Bono ini bisa mencapai tinggi 6 meter dengan panjang gelombang hingga 300 meter lebih dan kecepatan 40 kilometer per jam. Hal ini menjadi daya tarik bagi peselancar dunia untuk datang dan menaklukkan gelombang Bono di Sungai Kampar.

Waktu terbaik untuk melihat gelombang Bono secara langsung adalah di awal dan akhir musim hujan yaitu sekitar bulan Februari, Maret, Oktober dan November. Disini kamu bisa mencoba sensasi selancar di sungai atau melihat atraksi peselancar lokal dan internasional yang unjuk kebolehan menaklukkan gelombang Bono Sungai Kampar.

2. Berburu Bayangan di Pontianak

A post shared by Poniman Halim (@ferdianelli) on


Kota Pontianak memiliki keistimewaan karena dilalui garis khatulistiwa. Setiap tahunnya kota ini ramai kedatangan wisatawan yang berburu bayangan, terutama saat puncak titik kulminasi. Fenomena kulminasi matahari adalah peristiwa dimana posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Di saat inilah kamu bisa merasakan sensasi tidak memiliki bayangan!

Detik-detik tanpa bayangan atau yang dikenal ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 21-23 Maret dan 21-23 September. Dan di Pontianak biasanya selalu diadakan banyak acara seru untuk merayakan fenomena ini. Wisatawan dari dalam dan luar negeri berbondong-bondong datang ke Pontianak untuk berburu bayangan yang akan hilang pada puncak fenomena kulminasi. Biasanya waktu berlangsung fenomena ini antara 5 – 10 menit.

3. Mandi Air Panas di Pinggir Pantai

A post shared by Annie Nugraha (@annie_nugraha) on


Jika ingin menikmati mandi di sumber air panas biasanya orang akan pergi ke daerah gunung, namun di Tidore, Provinsi Maluku Utara kamu bisa menemukan pemandian air panas di pinggir pantai! Tempat pemandian alami yang diberi nama air panas Akesahu ini berada di Pantai Akesahu.

Sumber mata air panas ini memiliki suhu 40 – 45 derajat celcius dan bukan bersumber dari gunung, melainkan energi panas bumi yang ada di Tidore yang tergolong tinggi karena Pulau Tidore tersusun dari batuan vulkanis, patahan dan juga kaldera yang membuat suhu perairan di pulau ini meningkat. Yang uniknya, sumber mata air panas ini memiliki rasa tawar.

Pantai Akesahu berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Pelabuhan Rum yang merupakan pelabuhan utama di Tidore. Tiket masuk ke pantai ini adalah Rp 2.000 per orang dan kamu sudah bisa menikmati berendam di air panas sambil menikmati indahnya pemandangan Pantai Akesahu yang berpasir putih ini.

4. Pasir Putih di Bukit


Hamparan pasir putih nan halus biasanya dijumpai di pinggir pantai, namun di Desa Aikima, Lembah Baliem, Wamena kamu bisa melihat indahnya hamparan pasir putih di atas bukit! Secara geografis, desa ini berada di 1600 meter di atas permukaan laut sehingga tak memiliki pantai berpasir putih. Warna pasir putih ini begitu mencolok dibandingkan pemandangan di sekitarnya yang terdiri dari pegunungan yang hijau. Lalu darimana pasir putih ini berasal?

Lembah Baliem dulunya merupakan danau besar yang bernama Wio. Hal ini bisa dibuktikan dengan keberadaan batuan karang yang ada di seluruh permukaan lembah. Namun pada tahun 1813 terjadi gempa besar yang menyebabkan pergeseran lempeng bumi dan perubahan geologi. Air danau Wio pun surut dan terbentuk sungai yang kini dikenal dengan nama Sungai Baliem. Sementara itu Danau Wio berubah menjadi Lembah Baliem yang kita kenal sekarang. Pasir putih di atas bukit ini menjadi salah satu sisa-sisa danau purba tersebut yang masih bisa dilihat hingga sekarang.

cicilan 0%
Bayar berkala dengan cicilan 0%

Kamu bisa mendaki bukit pasir putih hingga puncaknya dan nikmati pemandangan Lembah Baliem yang terlihat begitu cantik dari ketinggian sekaligus bermain di atas pasir yang terasa lembut dan halus seperti pasir pantai. Desa ini letaknya lumayan dekat dari Wamena atau hanya sekitar 15 menit berkendara.

5. Garam di Atas Gunung

garam-gunung
Sumber: http://twicsy.com/i/wcNrXh
Petani garam biasanya mudah ditemukan di daerah dekat pantai, namun tahukah kamu jika di Indonesia garam juga bisa ditemukan di atas gunung?

Kamu bisa liburan ke Desa Long Midang di Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara yang berada di ketinggian 2400 meter diatas permukaan laut Di desa ini terdapat Gunung Krayan yang disekitarnya ditemukan sumur yang memiliki garam yang kandungan yodiumnya lebih tinggi dibandingkan garam laut Sebagai informasi, jarak antara Gunung Krayan dengan laut terpisah sekitar 100 km!

Garam gunung Desa Long Midang bukanlah milik perseorangan, tetapi milik kelompok warga yang tinggal di sekitar sumur. Garam gunung asal Desa Long Midang sudah dikenal sejak dulu, bahkan sampai ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Kamu yang datang ke desa ini juga langsung bisa membeli produk garam gunung ini dari petani garam disana lho!

See, negara kita kaya akan opsi tempat liburan keren yang bisa dijelajahi bukan? Jadi gak ada alasan untuk tidak cinta Indonesia dengan semua keindahan yang kita miliki.

Kamu sudah kemana aja nih? Segera rencanakan liburan kamu kesini dan keliling berbagai tempat menarik di Indonesia bersama Pergi.com. Ada diskon hingga Rp 500.000 untuk pembelian tiket pesawat lho! Pergi yuk!

Tiket Pesawat Murah