Sejak ditetapkannya 10 destinasi Bali baru untuk mendukung peningkatan pariwisata di Indonesia, daerah- daerah yang termasuk ke dalam kategori tersebut semakin berbenah untuk menyambut lebih banyak wisatawan.

cicilan 0%
Bayar berkala dengan cicilan 0%

Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa pada tahun 2016 ini Kemenpar sudah mengusulkan 2 geopark nasional ke UNESCO, yaitu Geopark Rinjani dan Geopark Ciletuh Sukabumi Jawa Barat. Di tahun 2017 nanti rencananya Kemenpar akan kembali ajukan 2 geopark Indonesia ke UNESCO, yaitu Geopark Belitung dan Geopark Danau Toba.

Untuk mempromosikan Geopark Belitung, sebuah festival sudah disiapkan, yaitu Festival Geopark Belitung. Menurut Hiramsyah Syambudhy Thaib yang menjabat sebagai ketua tim Pokja Percepatan 10 Bali Baru, festival ini akan diadakan pada 9 – 11 Desember 2016 mendatang di Belitung dan Belitung Timur.

Danau Toba
Danau Toba masuk dalam destinasi prioritas pemerintah

“Sebagian dibikin di Belitung. Sebagian lagi di Belitung Timur. Komunitas, pemerintah, masyarakat, semuanya bersinergi,” ujar Tim Geopark ITB 81, Diah Herawati, Selasa (29/11/2016), seperti dikutip dari laman Liputan6.

Di Festival Geopark Belitung ini nantinya akan diadakan banyak kegiatan menarik. Mulai dari seminar nasional Geopark Belitung, memancing, menyelam, bersepeda hingga workshop. Penyelenggaraan acara ini sebagai upaya Kemenpar untuk mendaftarkan Geopark Belitung ke UNESCO pada 2017 mendatang. Bukan tanpa alasan Kemenpar begitu ngotot ingin mendaftarkan geopark Indonesia ke UNESCO. Hal ini tak lain untuk meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata.

“Status geopark dari sebuah kawasan geologi berpotensi meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata. Geopark juga bisa menjadi penggerak ekonomi paling cepat ketimbang sektor-sektor lain,” ujar Hiramsyah yang didampingi PIC Tanjung Kelayang Kementerian Pariwisata, Larasati, seperti dikutip dari laman Liputan6.

Sebagai info, konsep geopark telah terbukti menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara yang signifikan. Tak hanya di Indonesia, tapi di negara lain di dunia yang juga mempunyai geopark yang diakui UNESCO. Misalnya di China yang menyumbang Rp 49 miliar ke pendapatan negara dari pengelolaan 33 kawasan geopark dunia di negaranya.

10 Bali Baru

Di Indonesia sendiri, pengelolaan geopark dunia juga sudah menunjukkan kemajuan. Misalnya pengelolaan kawasan Pegunungan Sewu di Yogyakarta yang dulunya menyumbang Rp 800 juta, namun setelah menjadi kawasan geopark dunia, pendapatan dari kawasan wisata ini mencapai Rp 22,5 miliar!

Angka fantastis ini belum termasuk pengelolaan pendapatan dari kawasan UNESCO Global Park (UCG) lain yang ada di Indonesia, seperti geopark Gunung Batur (Bali) dan empat Geopark Nasional Kaldera Toba (Sumatera Utara), Geopark Nasional Merangin (Jambi), Geopark Nasional Cileteuh (Jawa Barat), dan Geopark Nasional Rinjani (Lombok, NTB), yang baru dinominasikan menjadi kawasan UNESCO Global Geopark.

Melihat potensi pendapatan yang cukup besar dari sektor wisata geopark ini, pemerintah pun berupaya mengembangkan lebih banyak geopark di seluruh Indonesia dan mendaftarkannya ke UNESCO. Sementara itu, pengembangan wisata Danau Toba juga tengah dikerjakan oleh pemerintah setempat, meliputi perbaikan akses, akomodasi serta pengembangan wisata baru di sekitar Danau Toba.